Kisah unik datang dari komunitas PC enthusiast setelah seorang pengguna dilaporkan mendapatkan “durian runtuh” saat berbelanja online. Alih-alih menerima satu unit RAM seperti yang dipesan, ia justru menerima 10 kit RAM sekaligus akibat kesalahan pengiriman dari pihak penjual.
Salah Kirim dari Gudang

Menurut laporan, kejadian ini bermula ketika seorang pengguna Reddit membeli satu kit RAM DDR5 berkapasitas 32GB dengan harga sekitar $300. Namun saat paket tiba, ia justru menerima satu kotak penuh berisi 10 unit RAM dengan spesifikasi yang sama.
Kesalahan ini diduga terjadi di gudang milik Amazon, di mana sistem kemungkinan menganggap satu boks berisi banyak unit sebagai satu produk tunggal.
Jika dihitung berdasarkan harga pasar, total nilai RAM yang diterima pengguna tersebut diperkirakan mencapai sekitar $3000 atau sekitar Rp50 jutaan.
Hal ini tentu menjadi keberuntungan besar, terutama di tengah kondisi harga RAM yang sedang naik dan sulit dijangkau oleh banyak pengguna PC.
Tidak Disimpan, Malah Dijual Murah
Menariknya, alih-alih menyimpan semua RAM tersebut untuk diri sendiri, pengguna tersebut justru berencana menjualnya di bawah harga pasar.

Keputusan ini diambil untuk membantu pengguna lain yang ingin upgrade PC, mengingat harga komponen memori saat ini sedang tinggi akibat krisis pasokan global.
Sempat Tuai Pro dan Kontra
Kasus ini sempat memicu perdebatan di komunitas online. Beberapa netizen menilai bahwa tindakan tersebut bisa dianggap tidak etis, sementara yang lain menganggapnya sebagai kesalahan murni dari pihak penjual.
Namun pengguna tersebut menegaskan bahwa ia tidak melakukan kecurangan apa pun, dan kejadian ini sepenuhnya merupakan kesalahan operasional dari pihak pengiriman.
Fenomena Langka di Tengah Krisis Komponen
Kasus seperti ini memang sangat jarang terjadi, terutama di tengah kondisi industri hardware yang sedang mengalami kelangkaan komponen.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan bahwa kesalahan logistik dalam e-commerce masih bisa terjadi, bahkan pada platform besar sekalipun.
Ikuti Komputermedan di Google untuk mendapatkan lebih banyak liputan berita kami.
