Fenomena scalping kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa para pelaku scalper kini menggunakan jutaan bot otomatis untuk memborong stok RAM di pasar global. Praktik ini semakin memperparah kelangkaan komponen dan membuat harga sulit kembali normal.
Bot Digunakan untuk Serbu Toko Online
Dalam laporan tersebut, scalper disebut memanfaatkan bot untuk memantau stok produk secara real-time di berbagai toko online.
Begitu stok RAM tersedia, bot akan langsung melakukan pembelian dalam jumlah besar hanya dalam hitungan detik, sebelum konsumen biasa sempat mendapatkannya.
Stok Cepat Habis, Harga Naik
Akibat praktik ini, stok RAM di pasaran menjadi cepat habis dan sulit didapatkan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh scalper untuk menjual kembali produk tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Hal ini tentu merugikan konsumen, terutama gamer dan PC builder yang ingin melakukan upgrade perangkat.
Krisis Memori Jadi Semakin Parah

Situasi ini diperburuk oleh kondisi pasar memori yang memang sedang tidak stabil. Tingginya permintaan dari sektor AI dan data center membuat pasokan RAM menjadi terbatas.
Dengan adanya scalper yang ikut “menguasai” stok, harga RAM semakin sulit turun meskipun produksi mulai meningkat.
Praktik scalping menggunakan bot sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi. Sebelumnya, hal serupa juga terjadi pada produk seperti GPU, konsol gaming, hingga tiket event besar.
Namun penggunaan bot dalam jumlah besar untuk komponen seperti RAM menunjukkan bahwa masalah ini kini semakin meluas.

Bagi konsumen, kondisi ini membuat akses terhadap komponen PC menjadi semakin sulit dan mahal.
Beberapa retailer bahkan mulai mempertimbangkan sistem pembatasan pembelian atau verifikasi tambahan untuk mencegah pembelian massal oleh bot.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama antara produsen, retailer, dan platform e-commerce.
Langkah seperti sistem anti-bot, pembatasan jumlah pembelian, hingga peningkatan produksi bisa menjadi solusi untuk mengurangi dampak scalping di masa depan.
Ikuti Komputermedan di Google untuk mendapatkan lebih banyak liputan berita kami.
